"aku cinta kamu, aku sayang kamu"
itu kata seorang wanita kepada sang pujangga yang sedang iya puja
semua kepercayaan dan semua yang ia punya ia percayakan kepada sang pujangga,
walau dari semua itu ada batasan dan sebuah komitmen.
tiba-tiba...wanita merasakan gejolak amarah.amarah yng begitu membuatnya tidak bisa mengungkapkan apa-apa
"apa salahku? dan kenapa dia hanya bisa menghilang..dan tidak menjelaskan apa-apa?"
wanita itu terus berfikir...dimana letak kesalahan dia perbuat atau hanya sebua sensasi belaka yng di buat oleh sang pujangga?...wanita itu terdiam dan termenung
hari demi hari...wanita tersebut khawatir dan benar-benar membutuhkannya.
dicarilah kesana kemari, siang dan malam pun ia rela mencari, hanya untuk menemukan sang pujangga
"aku nggak butuh apa-apa, aku cuma butuh penjelasan dan sebuah diri...ya itu pujanggaku"
wanita itu hanya bisa menangis memohon berdoaa mengeluh kepada tuhan. dan selalu saja terlintas bayangan bayangan wajah sang pujangga..walaupun iya sudah berusaha melupakan..
rasa berat itu selalu di rasakanya. namanya adalah sebuah duri yng selalu tertancap di hatinya.dan dia tidak mau melepaskanya mauupun rasa sakit itu sangat membuat dia luka.tetapi iya tetap diam dan merasakannya.
waktu pun berlalu.. iya melihat sang pujangga...dia serasa tidak bersalah maupun kenyataan dia merasakan perasaan yang gundah ketika melihat sang wanita tidak jauh dari tempat sang pujannga berdiri...
dan wanita itu hanya berharap.agar pujangga sadar dan terbuka hatinya.. untuk jangan menyia-nyiakan orang yang pernah mengisi hatinya walau sebentar, dan jangan memberi harapan jika tidak mau di tinggal....
kalimat terakir ketika wanita meninggalkan pujangga....
" hey wahai pujangga..walaupun kamu melakukan hal ini ..dan aku melakukan mungkin hal yng sama seperti kau lakukan. satu kata yang logis untukmu adalah PENYESALAN. tidak bisa di ulang..dan hanya bisa di perbaiki. bila masih ada senggang waktu, dan semua bukan dikarnakan paksaan, tetapi dari hati. aku harap ..kamu mengerti "